Flores, NTT — Dua bandara di Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur, terpaksa menghentikan operasional secara bersamaan menyusul erupsi yang terjadi pada dua gunung api aktif di wilayah tersebut. Penutupan ini berdampak pada sejumlah penerbangan yang harus dibatalkan.

Dua Gunung Erupsi Bersamaan

Gunung Lewotobi Laki-laki yang berstatus Level III (Siaga) mencatat erupsi beruntun dengan kolom letusan mencapai ketinggian 300 hingga 1.000 meter di atas puncak. Sementara itu, Gunung Ile Lewotolok yang berstatus Level II (Waspada) juga menunjukkan peningkatan aktivitas vulkanik sejak 18 Juni 2026 dengan kolom abu setinggi 300 meter.

Bandara Maumere dan Larantuka Ditutup

Bandara Frans Seda Maumere resmi ditutup mulai Sabtu (20/6) hingga Minggu (21/6) pukul 06.00 WITA. Kepala bandara, Partahian Panjaitan, memastikan seluruh jadwal penerbangan ditangguhkan, termasuk rute Wings Air dari dan ke Kupang serta Makassar. Penutupan serupa juga sempat dilakukan pada Rabu hingga Kamis pekan sebelumnya.

Tak ketinggalan, Bandara Gewayantana Larantuka juga menerapkan status Aerodrome Closed sejak Kamis lalu akibat erupsi Gunung Ile Lewotolok dan dampak abu vulkanik dari Lewotobi Laki-laki. Kepala bandara, Puguh Lukito, menyatakan belum ada jadwal pasti pembukaan kembali.

PVMBG Imbau Warga Waspada

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) merekomendasikan masyarakat tidak mendekati area dalam radius 5 kilometer dari puncak kedua gunung. Warga juga diminta menggunakan masker saat hujan abu dan mewaspadai potensi banjir lahar hujan pada sungai-sungai yang berhulu di lereng gunung, terutama saat turun hujan deras.

Kesimpulan

Erupsi simultan dua gunung api di Flores menjadi peringatan serius bagi warga dan pelaku perjalanan udara. Penutupan bandara hingga kini belum memiliki jadwal pasti pembukaan kembali, sehingga penumpang disarankan terus memantau informasi resmi dari maskapai dan otoritas bandara setempat.