Pekanbaru — Tensi persaingan masuk sekolah negeri di Riau tahun ini memanas luar biasa. Data terakhir mencatat 79.350 calon siswa telah mendaftar melalui Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) jenjang SMA dan SMK Negeri se-Provinsi Riau untuk tahun ajaran 2026/2027.

Antusiasme Melebihi Kuota

Jumlah pendaftar yang melonjak drastis ini membuat persaingan semakin ketat. Dinas Pendidikan Provinsi Riau mencatat bahwa antusiasme masyarakat untuk menyekolahkan anaknya ke sekolah negeri terus meningkat dari tahun ke tahun. Pekanbaru dan Dumai menjadi dua daerah dengan tingkat persaingan paling kompetitif, di mana rasio pendaftar terhadap kursi tersedia jauh melampaui kapasitas ideal.

Jalur Domisili Jadi Harapan Terakhir

Bagi peserta yang belum lolos di jalur prestasi dan afirmasi, jalur domisili masih membuka kesempatan. Di Batam misalnya, Dinas Pendidikan setempat membuka pendaftaran jalur domisili untuk jenjang SD dan SMP mulai 17 hingga 23 Juni 2026. Peserta yang sebelumnya memilih sekolah di luar zona tempat tinggal harus menyesuaikan kembali pilihan berdasarkan alamat Kartu Keluarga.

Pemerintah daerah menyiapkan posko pelayanan di seluruh sekolah negeri dan kantor dinas pendidikan untuk membantu orang tua yang mengalami kendala teknis selama proses pendaftaran.

PIP Jadi Pelengkap Bagi Keluarga Kurang Mampu

Di sisi lain, program bantuan pendidikan terus digulirkan. Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah telah menyalurkan dana Program Indonesia Pintar (PIP) kepada 7.579 murid di Kota Dumai dengan total anggaran lebih dari Rp4,6 miliar. Bantuan ini menyasar ribuan murid dari jenjang SD hingga SMK.

Dampaknya terlihat nyata — rata-rata lama sekolah di Dumai meningkat dari 10,15 tahun pada 2022 menjadi 10,30 tahun pada 2025. Murid penerima PIP mengaku bantuan tersebut meringankan beban biaya sekolah, transportasi, dan alat tulis.

Kesimpulan

SPMB 2026 di Riau menunjukkan besarnya minat masyarakat terhadap pendidikan negeri, namun juga memperlihatkan ketimpangan antara kuota dan permintaan. Kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah melalui program seperti PIP dan perluasan jalur pendaftaran diharapkan bisa menjawab kebutuhan pendidikan yang merata bagi seluruh anak Riau.