Jakarta — Penantian panjang pengguna WhatsApp di Indonesia akhirnya berakhir. Layanan WhatsApp Plus secara resmi sudah bisa diakses oleh pengguna di Tanah Air, menawarkan sejumlah fitur premium yang tidak tersedia di versi gratis.
Harga Terjangkau, Fitur Berlimpah
Berdasarkan pantauan pada Jumat (19/6/2026), menu “Subscriptions” sudah muncul di aplikasi WhatsApp Android versi 2.26.22.77 maupun iOS versi 2.26.22.76. Pengguna cukup masuk ke Settings > Subscriptions untuk mulai berlangganan.
Harga langganan WhatsApp Plus di Indonesia dibanderol Rp 13.900 per bulan di luar pajak. Menariknya, Meta selaku induk perusahaan memberikan uji coba gratis selama satu bulan penuh bagi pengguna yang ingin mencoba terlebih dahulu sebelum berkomitmen.
Fitur Unggulan yang Ditawarkan
WhatsApp Plus menghadirkan serangkaian fitur yang membedakannya dari versi standar. Pengguna bisa menikmati kapasitas pengiriman file yang lebih besar, opsi kustomisasi tampilan yang lebih luas, hingga fitur privasi tambahan yang tidak bisa diakses pengguna gratis.
Kepala Produk Meta, Naomi Gleit, juga menjanjikan penambahan fitur baru secara berkala ke layanan WhatsApp Plus di masa mendatang. Ini artinya nilai langganan akan terus bertambah seiring waktu.
Strategi Baru Meta di Indonesia
Kehadiran WhatsApp Plus merupakan bagian dari strategi Meta untuk membuka sumber pendapatan baru di luar iklan. Bersamaan dengan peluncuran ini, Meta juga memperkenalkan Instagram Plus dan Facebook Plus yang menargetkan pengguna aktif yang menginginkan fitur lebih.
Meta menegaskan bahwa layanan Plus ini berbeda dari Meta Verified yang sudah ada lebih dulu. Jika Meta Verified fokus pada verifikasi akun dan perlindungan identitas, WhatsApp Plus berfokus pada peningkatan pengalaman penggunaan aplikasi sehari-hari.
Kesimpulan
Dengan harga kurang dari Rp 15.000 per bulan dan uji coba gratis sebulan penuh, WhatsApp Plus menjadi tawaran yang menarik bagi jutaan pengguna WhatsApp di Indonesia. Langkah ini juga menandai era baru monetisasi aplikasi pesan instan yang selama ini mengandalkan model bisnis berbasis iklan.
Sumber: Kompas.com (19/6/2026) • detikInet (19/6/2026) • Kompas.tv (19/6/2026)




Memuat komentar...