Jakarta — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melonjak 180,52 poin atau 3 persen ke level 6.188 pada awal perdagangan Senin (15/6/2026). Penguatan ini sejalan dengan meredanya konflik AS-Iran yang mendorong sentimen positif di pasar global.

Deretan Saham Blue Chip Melesat

Berdasarkan data RTI Business pukul 09.05 WIB, indeks dibuka di level 6.118 dan langsung bergerak menguat sejak awal sesi. Sebanyak 519 saham menguat, 84 saham melemah, dan 104 saham stagnan. Volume transaksi mencapai 3,53 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp2,20 triliun.

Saham-saham berkapitalisasi besar menjadi penggerak utama penguatan. Bank Central Asia (BBCA) naik 4,64 persen ke level 6.200, Bank Rakyat Indonesia (BBRI) menguat 2,81 persen ke 2.930, dan Bank Mandiri (BMRI) naik 3,81 persen ke 4.360.

Di sektor lain, Chandra Asri Pacific (TPIA) melonjak 6,49 persen ke 1.970, Aneka Tambang (ANTM) menguat 4,91 persen ke 2.990, dan Bumi Resources (BUMI) naik 7,01 persen ke 168.

Investor Asing Borong Saham

Investor asing membukukan net foreign buy sebesar Rp287,77 miliar di seluruh pasar. Di pasar reguler, beli bersih asing mencapai Rp287,36 miliar. Dari sisi nilai transaksi, investor asing menyumbang sekitar 35,95 persen atau Rp7,9 triliun dari total nilai transaksi Rp21,7 triliun.

Kapitalisasi pasar juga naik menjadi Rp10.852,80 triliun, mencerminkan meningkatnya kepercayaan investor terhadap prospek ekonomi Indonesia.

Kesimpulan

Lonjakan IHSG 3 persen di awal pekan menjadi sinyal kuat bahwa pasar merespons positif kabar perdamaian AS-Iran. Masuknya dana asing senilai hampir Rp288 miliar dalam satu sesi perdagangan menunjukkan kepercayaan investor global terhadap fundamental ekonomi Indonesia. Para investor disarankan mencermati saham-saham berkapitalisasi besar yang masih berpotensi melanjutkan penguatan.