Istanbul — Kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran yang diumumkan pada Minggu (14/6/2026) langsung mengguncang pasar komoditas global. Harga emas melonjak lebih dari 1,8 persen, sementara harga minyak mentah anjlok sekitar 4 persen dalam hitungan jam.

Emas Meroket ke Level Tertinggi

Harga emas spot naik 1,8 persen menjadi 4.297,42 dolar AS (sekitar Rp77,2 juta) per ons pada pukul 07:10 WIB Senin pagi. Ini merupakan level tertinggi sejak 9 Juni 2026. Sementara kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Agustus menguat 1,9 persen menjadi 4.318,10 dolar AS (Rp77,6 juta) per ons.

Lonjakan harga emas terjadi karena kesepakatan damai AS-Iran menekan ekspektasi inflasi dan meredakan kekhawatiran pasar terkait potensi kenaikan suku bunga. Investor beralih ke emas sebagai lindung nilai di tengah ketidakpastian transisi geopolitik.

Minyak Brent Turun Tajam

Di sisi lain, kontrak berjangka minyak Brent yang sebelumnya diperdagangkan di atas 87 dolar AS per barel langsung merosot ke bawah level 84 dolar AS. Penurunan sekitar 4 persen ini dipicu ekspektasi pembukaan kembali Selat Hormuz yang akan melancarkan distribusi minyak global.

Kesepakatan mencakup pencabutan blokade angkatan laut AS terhadap Iran dalam waktu 30 hari dan pembukaan kembali Selat Hormuz berdasarkan pengelolaan Iran. Hal ini langsung meredakan kekhawatiran gangguan pasokan energi global.

Peran Pakistan sebagai Mediator

Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif mengumumkan bahwa kesepakatan tercapai setelah perundingan intensif. “Dengan senang hati kami mengumumkan bahwa kesepakatan damai antara AS dan Iran telah tercapai,” tulis Sharif di media sosial X. Upacara penandatanganan resmi dijadwalkan pada 19 Juni di Swiss.

Kesimpulan

Pasar komoditas global bereaksi dramatis terhadap kesepakatan AS-Iran. Kenaikan emas mencerminkan antisipasi investor terhadap perubahan lanskap ekonomi global, sementara penurunan minyak memberikan angin segar bagi negara-negara importir minyak termasuk Indonesia. Perkembangan selanjutnya akan sangat bergantung pada implementasi kesepakatan di Swiss pekan ini.