New YorkElon Musk resmi menjadi triliuner pertama di dunia setelah SpaceX melantai di bursa saham. Kekayaan bersihnya tembus USD 1 triliun (sekitar Rp17.000 triliun) berkat valuasi SpaceX yang melonjak drastis.

SpaceX IPO Pecahkan Rekor

IPO SpaceX menjadi yang terbesar dalam sejarah pasar saham global. Valuasi perusahaan roket dan satelit internet ini mencapai angka fantastis, mengalahkan rekor sebelumnya yang dipegang oleh Saudi Aramco.

Saham SpaceX langsung melonjak 45% di hari pertama perdagangan. Investor berbondong-bondong membeli saham karena prospek bisnis Starlink (internet satelit) dan kontrak NASA yang terus bertambah.

Kekayaan Musk Melesat

Dengan IPO ini, kekayaan Elon Musk melampaui angka USD 1 triliun. Sebagian besar kekayaannya berasal dari kepemilikan saham di SpaceX (54%) dan Tesla (13%). Kombinasi kedua perusahaan ini menjadikannya orang terkaya sepanjang sejarah.

Sebelumnya, Musk sudah menjadi orang terkaya dunia berkat saham Tesla. Namun IPO SpaceX benar-benar melambungkan kekayaannya ke level yang belum pernah ada sebelumnya.

Kontroversi di Balik Kesuksesan

Di balik kesuksesannya, Musk dikenal kontroversial. Ia menghabiskan sebagian besar tahun 2024 untuk mendanai kampanye presiden Donald Trump dengan total USD 300 juta. Setelah itu, ia memimpin Department of Government Efficiency (DOGE) yang dinilai tidak berhasil memangkas pengeluaran pemerintah.

Namun bagi investor, kontroversi tersebut tidak mengurangi daya tarik SpaceX. Bisnis internet satelit Starlink yang kini mencakup 60 negara dan kontrak NASA senilai USD 15 miliar menjadi faktor utama kepercayaan investor.

Kesimpulan

Era triliuner pertama dunia telah tiba bersamaan dengan boom IPO teknologi. Kesuksesan SpaceX membuktikan bahwa industri luar angkasa bukan lagi mimpi, melainkan bisnis bernilai triliunan dolar. Namun, pertanyaan tentang etika pengaruh uang dalam politik tetap menjadi perdebatan hangat di balik gemerlap kekayaan Elon Musk.

Sumber: CNN Indonesia • Kompas.com • Bloomberg (14 Juni 2026)