Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat tipis pada perdagangan Senin (4 Mei 2026). IHSG ditutup naik 0,22% atau 15,15 poin ke level 6.971,95.
Meski sempat menyentuh level psikologis 7.000 di awal sesi, IHSG akhirnya tidak mampu bertahan dan ditutup di zona hijau tipis. Total volume transaksi mencapai Rp12,8 triliun dengan frekuensi sebanyak 1,2 juta kali.
Investor asing mencatat net sell (jual bersih) sebesar Rp791,28 miliar di pasar reguler. Namun, secara keseluruhan di seluruh pasar, asing masih net buy Rp1,92 triliun karena adanya transaksi crossing besar pada saham PT Pinago Utama Tbk (PNGO) senilai Rp2,8 triliun.
Saham-saham yang paling banyak dijual asing antara lain BMRI (Rp345 miliar), GOTO (Rp172 miliar), dan BBCA (Rp148 miliar). Sementara itu, sektor barang konsumsi nonprimer menjadi penopang utama IHSG dengan penguatan 2,53%, diikuti sektor barang konsumsi primer yang naik 1,53%.

Analis PT Mirae Asset Sekuritas, Rully Arya Wisnubroto, mengatakan penguatan hari ini masih terbatas. “Level 7.000 menjadi resistance yang cukup kuat. Pasar masih menunggu data inflasi April dan keputusan suku bunga BI pekan ini,” ujarnya.
Menurut Rully, sentimen global cukup mendukung setelah data ekonomi Amerika Serikat menunjukkan perlambatan. Namun, ia mengingatkan pelaku pasar untuk tetap waspada terhadap risiko jangka pendek, terutama karena pola historis “Sell in May and Go Away” yang kerap terjadi di bulan Mei.
Sektor yang menguat paling tinggi hari ini adalah consumer non-cyclical, disusul consumer cyclical dan infrastruktur. Sementara sektor kesehatan dan teknologi menjadi penekan indeks.




Memuat komentar...